Cara Menghitung PPH 21 / Pajak Penghasilan

Wednesday, April 12th, 2017 - Ekonomi

Selamat datang di situs kami yang mengulas berbagai macam informasi terkait dengan cara menghitung dari berbagai disiplin ilmu yang mungkin Anda butuhkan, Cara Menghitung PPH 21 / Pajak Penghasilan.

Perhitungan PPH 21 – Bagi anda yang sudah mapan dan memiliki pekerjaan tetap pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pajak penghasilan atau biasa disingkat dengan pph. Pajak penghasilan sendiri merupakan wajib pajak negara yang diberikan kepada individu maupun bang untuk penghasilan yang diterima selama satu tahun pajak.

Sementara itu untuk pajak pph 21 merupakan pajak atas penghasilan seperti upah, honorarium, tunjangan, gaji dan pembayaran lain yang berhubungan dengan jasa, kegiatan, jabatan atau pekerjaan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri.

Untuk kamu yang ingin tahu mengenai pajak penghasilan yang dipotong pph 21, berikut ulasan lengkapnya :

    • Penghasilan yang diterima atau diperoleh Penerima pensiun secara teratur berupa uang pensiun atau penghasilan sejenisnya.
    • Penghasilan sehubungan dengan pemutusan hubungan kerja dan penghasilan sehubungan dengan pensiun yang diterima secara sekaligus berupa uang pesangon, uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua atau jaminan hari tua dan pembayaran lain sejenis.
    • Penghasilan pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas, berupa upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan atau upah yang dibayarkan secara bulanan.
    • Imbalan kepada pegawai, antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan imbalan sejenisnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan.
    • Imbalan kepada peserta kegiatan, antara lain berupa uang saku, uang representasi, uang rapat, honorarium, hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun, dan imbalan sejenis dengan nama apapun.

Namun terhitung sejak awal 2013 silam cara menghitung pajak penghasilan menjadi berubah dan untuk tarif pph pribadi serta penghasilan tidak kena pajak sudah diatur dalam UU No 26 tahun 2008 dengan keterangan sebagai berikut :

WP Tidak Kawin Kode Tarif 1-1-2009 s.d. 31 Desember 2012 Tarif mulai 1-1-2013
0 Tanggungan TK/0

15.840.000

24.300.000

1 Tanggungan TK/1

17.160.000

26.325.000

2 Tanggungan TK/2

18.480.000

28.350.000

3 Tanggungan TK/3

19.800.000

30.375.000

 

WP Kawin Kode Tarif 1-1-2009 s.d. 31 Desember 2012 Tarif mulai 1-1-2013
0 Tanggungan K/0

       17.160.000

26.325.000

1 Tanggungan K/1

18.480.000

28.350.000

2 Tanggungan K/2

19.800.000

30.375.000

3 Tanggungan K/3

21.120.000

32.400.000

CONTOH CARA MENGHITUNG PPH 21

Budi sudah menikah tanpa anak, merupakan pegawai PT. Citra dimana ia memperoleh gaji sebulan Rp 3.000.000,00. PT.Citra sendiri mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian yang dibayar pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0,50% dan 0,30% dari gaji. Selain itu, PT. Citra juga menanggung iurang Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3,70% dai gaji sedangkan Budi membayar iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji setiap bulan.

Disamping itu PT. Citra mengikuti program pensiun untuk pegawainya dimana pembayarannya setiap bulan sebesar Rp 100.000,00 untuk Budi ke dana pensiun, yang pendiriannya disahkan oleh Menteri Keuangan. Sedangkan Budi membayar iuran pensiun sebesar Rp 50.000,00. Pada bulan Juli 2013, Budi hanya menerima pembayaran berupa gaji. Cara menghitung PPh 21 bulan Juli 2013 adalah sebagai berikut:

Gaji

Rp 3.000.000,00

Premi Jaminan Kecelakaan Kerja

15.000,00

Premi Jaminan Kematian

9.000,00

Penghasilan Bruto

3.024.000,00

Pengurangan
  1. Biaya Jabatan 5%x3.024.000,00

151.200,00

  1. Iuran Pensiun

50.000,00

  1. Iuran Jaminan Hari Tua

60.000,00

(261.200,00)

Penghasilan neto sebulan

2.762.800,00

Penghasilan neto satu tahun 12x 2.762.800,00

33.152.600,00

PTKP:
–        Untuk WP sendiri

24.300.000,00

–        Tambahan WP kawin

2.025.000,00

(26.325.000,00)

Penghasilan Kena Pajak Setahun

6.828.600,00

Pembulatan

6.828.000,00

PPh terutang 5%x6.828.000,00

341.400,00

PPh Pasal 21 bulan Juli 341.400,00 : 12

Rp 28.452,00

Perlu dicatat bahwa biaya jabatan adalah biaya untuk memelihara, menagih dan mendapatkan penghasilan yang dapat diambil dari penghasilan setiap orang yang bekerja sebagai pegawai tetap.

Sebagai Contoh :

Contoh di atas berlaku bagi pegawai yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Apabila pegawai yang bersangkutan belum mempunyai NPWP, maka jumlah PPh 21 yang harus dipotong pada bulan Juli adalah sebesar: 120% x Rp 28.452,00 = Rp 34.140,00

Demikian informasi mengenai cara mudah menghitung pajak penghasilan secara lengkap beserta contohnya. Semoga bisa bermanfaat untuk anda dan setidaknya menambah wawasan bagi kita semua.

Source:

cara menghitung pph 21,cara menghitung pph pasal 21,cara menghitung pajak penghasilan,rumus pph 21,cara perhitungan pph 21,rumus pajak,pph 21,rumus pph21,cara mengerjakan pph,Cara menghitung pph pajak

Cara Menghitung PPH 21 / Pajak Penghasilan | caraharian | 4.5