Cara Menghitung BPHTB Yang Benar Terbaru 2017

Thursday, May 18th, 2017 - Properti

Selamat datang di situs kami yang mengulas berbagai macam informasi terkait dengan cara menghitung dari berbagai disiplin ilmu yang mungkin Anda butuhkan, Cara Menghitung BPHTB Yang Benar Terbaru 2017.

BPHTB adalah – ketika akan melakukan jual beli tanah dan bangunan penjual pasti akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) atau uang pembayaran harga tanah yang diterima, sedangkan untuk pembeli dikenai pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau perolehan hak atas tanahnya.

Pada saat transaksi jual beli tanah yang menjadi subjek pada pajak biaya BPHTB kepada pribadi ataupun badan yaitu pembeli dasar pemberian BPHTB adalah nilai perolehan objek pajak NJOP atas harga transaksi. Sedangkan untuk nilai tukar menukar hibah atau warisan maka dikenai pajak NPOP.

NPOP bisa saja lebih kecil atau lebih besar dari NJOP tergantung dari kesepakatan pembeli dengan penjual. Jika harga transaksi lebih kecil dari NJOP maka dasar penentuan NPOP adalah nilai NJOP dan begitupun sebaliknya.

Faktor lain yang menentukan besarnya nilai BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Ini merupakan nilai pengurangan NPOP sebelum dikenakan pajak BPHTB. Sekitar 5 persen.

Setiap daerah punya peraturan berbeda mengenai NPOPTKP tersebut seperti misalnya di Jakarta ditetapkan sebesar Rp 80.000.000 untuk transaksi jual beli tanah Rp 350 juta untuk perolehan hibah wasiat.

Contoh menghitung BPHTB dalam transaski jual beli tanah :

Wahyu membeli tanah milik Arya dengan nilai jual beli sebesar Rp 200.000.000. Maka pajak penjual dan pajak pembeli adalah sebagai berikut:

Pajak Pembeli (BPHTB) NPOP : Rp 200.000.000,00 NPOPTKP : Rp 80.000.000,00 (-) NPOP Kena Pajak : Rp 120.000.000,00 BPHTB: : 5% x Rp 120.000.000 = Rp 6.000.000

Pajak Penjual (PPh)
NPOP : Rp 200.000.000 NPOP Kena Pajak : Rp 200.000.000 PPh: 5% x Rp 200.000.000,00 = Rp 10.000.000

• Luas tanah = 10 m x 20 m = 200 m2, total harga tanah Rp 1.000.000,00 x 200 m2 = Rp 200.000.000,00.

• Luas rumah = 10 m x 10 m = 100 m2, total harga bangunan Rp 3.000.000,00 x 100 m2 = Rp 300.000.000,00.

• Jadi jumlah harga jual tanah berikut rumah NJOP adalah Rp 500.000.000,00

• NPOTKP menurut pemerintah daerah jakarta misalnya Rp 60.000.000,00

• NPOP = Rp 440.000.000,00.

 Jadi total BPHTB yang terutang yaitu 5% x Rp 440.000.000,00 = Rp 22.000.000,00.

Baca juga : Cara Menghitung Pajak Bumi Dan Bangunan Yang Benar

Contoh 2 :

Jika menjual tanah berikut bangunan di kota Jakarta Indonesia, tanah berbentuk persegi panjang ukuran 10 m x 20 m, diatas tanah tersebut terdapat rumah ukuran 10 m x 10 m.

Harga tanah pada wilayah tersebut Rp 1.000.000,00/m² sedangkan harga bangunan adalah Rp 3.000.000,00/m². Berapa jumlah pajak dari perhitungan BPHTB yang harus dibayar sebagai pembeli, lalu bagaimana jika dilakukan renovasi setelah pembelian sehingga ukuran bangunan berubah menjadi 10 m x 15 m apakah mempengaruhi jumlah pajak yang harus dibayar? Mari kita bahas disini.

  • Luas tanah = 10 m x 20 m = 200 m², total harga tanah Rp 1.000.000,00 x 200 m² = Rp 200.000.000,00.
  • Luas rumah = 10 m x 10 m = 100 m², total harga bangunan Rp 3.000.000,00 x 100 m² = Rp 300.000.000,00.
  • Jadil jumlah harga jual tanah berikut rumah NJOP adalah Rp 500.000.000,00
  • NPOTKP menurut pemerintah daerah Jakarta misalnya Rp.\ 60.000.000,00
  • NPOP = Rp 440.000.000,00.

Jadi total BPHTB yang terutang yaitu 5% x Rp 440.000.000,00 = Rp 2.000.000,00.

Source:

bphtb 2017,bphtb,perhitungan bphtb 2017,cara menghitung bphtb,cara menghitung bphtb 2017,bphtb adalah,biaya bphtb 2017,pajak jual beli tanah 2017,cara hitung bphtb 2017,cara hitung bphtb

Cara Menghitung BPHTB Yang Benar Terbaru 2017 | caraharian | 4.5